Wednesday, December 3, 2008

Keajaiban Jari Manis [harus dicoba]

Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis ??

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)

1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar)

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

3. Permainan dimulai , 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan…

4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita krn hrs berkeluarga sendiri.

7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkimpoian anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.

Saturday, November 22, 2008

“Saya rela menjadi tongkat ibu sepanjang hidupku.……”


Hawa udara di Changchun, Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi…….

Menurut laporan “City Evening Post”, di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.

Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.

Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga. Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.

Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang, sakitnya tak tertahankan.

Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana. Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.

Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.

Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.

Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.

“Saya rela menjadi tongkat ibu sepanjang hidupku.……”

(Akhirnya bisa nonton) Laskar Pelangi juga

Seperti cerita kemarin sebelum mudik,
mau liat film LP tu susah banget, bukan karena
waktu, uang, tapu karena susahnya dapet tiketnya
harus ngantri panjang dan pagi-pagi banget kudu uda
nongkrong di depan (Bioskop) padahal yang lain lum pada buka
termasuk (bioskopnya) sendiri
tapi dengan semangat 45 akhirnya bisa nonton jga
sampe 2 X malah..heheh...

Seperti kebanyakan orang bilang yang uda liat, kalau film ini bagus tapi setelah aku liat ternyata lebih bagus, Film ini mungkin dapat menyadarkan kita terutama pelajar akan penting arti bersyukur. Saya mungkin termasuk anak yang beruntung karena saya masih memiliki kedua orang tua yang masih mampu bekerja banting tulang sehingga dapat menyekolahkan saya di sekolah yang cukup bagus, membelikan saya peralatan sekolah yang lengkap, dan menyediakan sarana prasarana yang saya butuhkan dengan cukup lengkap. Padahal dalam novel maupun film itu anak-anak yang bersekolah di SD Muhammadiyah sangat serba kekurangan. Sekolah yang bisa dibilang

sangat tidak layak dipakai, pengajar yang hanya berjumlah sepuluh orang, kelas yang dipakai seperti halnya seuah kandang, sungguh menyedihkan sekali sekolah itu Namun dengan keadaan yang seperti itu para pengajar beserta murid-murid masih dapat melakukan proses belajar mengajar dengan baik Mereka masih dapat menikmati kegiatan mereka dengan baik. Saya sangat suka sekali dengan tokoh Lintang, ia adalah sosok yang patut dicontoh. Kegigihan dia untuk menempuh jarak 80 km bolak-balik rumah dengan sekolah selain itu ia harus menempuh bahaya bertemu buaya tidak menggoyahkan niatnya untuk belajar. Padahal kalau saya menjadi Lintang saya belum tentu mau melakukan hal itu, karena jarak 40 km untuk ke sekolah tidaklah dekat apalagi ada buaya. Bukankah lebih baik saya di rumah saja dan belajar di rumah atau membantu orang tua bekerja. tapi tidak bagi lintang dia selalu semangat untuk bersekolah

Semangat tidak mudah putus asa mungkin saat ini sudah jarang, padahal sebagai generasi muda harusnya kita punya semangat pantang menyerah seperti tokoh-tokoh laskar pelangi tersebut. Sebab dengan tidak mudah pantang menyerah segala sesuatu yang kita inginkan akan lebih mudah tercapai. Sebagai bukti Ikal dengan segala kekurangan baik materi dan keadaan sekolah yang tidak memadai akhirnya dapat melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi, bahkan ia dapat bersekolah di luar negeri. Hal di atas merupakan sesuatu yang dapat saya temukan setelah membaca laskar Pelangi walaupun masih banyak lagi. Mungkin sebaiknya yang belum membaca Laskar Pelangi dapat segera membacanya atau menonton di bioskop untuk dapat memahami dan merefleksikan apa yang dibaca ke dalam kehidupan kita masing-masing.